Menjadi Ilmuwan Berarti Menjadi Naif

Rezal Prihatin
2 min readJun 3, 2022

--

Menjadi ilmuwan berarti menjadi naif
Kami sangat fokus pada pencarian kebenaran
Dan tidak menyadari ada sebagian yang menginginkan kebenaran itu
Tapi kebenaran selalu ada, entah kita melihatnya atau tidak
Entah kita memilih benar atau tidak
Kebenaran tak peduli kebutuhan atau keinginan kita
Tak peduli pada pemerintah, Ideologi, atau agama kita
Kebenaran akan menunggu sepanjang waktu
Dan ini, akhirnya, adalah hadiah dari Chernobyl
Dimana aku pernah takut akibat dari kebenaran
Kini aku hanya bertanya
Apakah akibat dari kebohongan?
-Valery Legasov-

Kamis, 22 Mei 2022 saya mengikuti kuliah praktikum Operasi Reaktor di fasilitas Reaktor Kartini yang ada di kompleks BATAN Babarsari. Reaktor nuklir yang selama ini hanya saya lihat di internet kali ini benar-benar ada di depan mata saya. Reaktor riset tipe Triga Mark II yang mulai beroperasi sejak Januari 1979 dan memilik daya termal 100 kW. Reaktor ini pertama kali mencapai kondisi kritis pada Kamis, 25 Januari 1979 pukul 17.40 dan memiliki fungsi utama sebagai saran penelitian, produksi isotop serta pendidikan dan pelatihan dalam bidang reaktor. Pada kesempatan itu reaktor dinyalakan hingga mencapai daya maksimal yang diijinkan yaitu 100 kW. Semua operasi dilakukan oleh petugas reaktor sedangkan mahasiswa hanya mengamati.

Sepulang dari menyaksikan reaktor nuklir yang dioperasikan secara langsung, kepala saya dipenuhi berbagai hal mengenai reaktor nuklir. Salah satunya adalah peristiwa tragis ledakan PLTN di Chernobyl, Uni Soviet pada 1986. Rasa penasaran itulah yang kemudian mengantarkan saya untuk menyelesaikan HBO miniseries “Chernobyl” yang terdiri dari 5 episode. Karena rasa penasaran saya, 5 episode itu saya habiskan hanya dalam 1 malam.

Series ini sungguh menarik baik secara visual maupun muatannya.

Valery Legasov adalah seorang kimiwan yang ikut dalam proses mitigasi peristiwa naas terebut. Dialah yang mendesak evakuasi besar-besaran warga Pripyat karena dia mengetahui skala radiasi yang menyebar ketika itu, yang berusaha ditutupi oleh pemerintah Uni Soviet. Dia juga yang memerintahkan untuk membuang baron karbida dalam jumlah besar dari helikopter ke atas reaktor untuk menyerap neutron mencegah aksi berantai yang baru. Dia juga mengetahui masalah yang ada pada reaktor RBMK-1000 yang meledak ketika itu. Dan itulah yang membuatnya berhadapan dengan pemerintah Uni Soviet.

Di bagian akhir film diceritakan, pada persidangan untuk mencari siapa yang bertanggung jawab dalam bencana nuklir chernobyl, Valery Legasov mengatakan semuanya secara jujur, meski awalnya dia ragu. Termasuk adanya cacat pada reaktor RBMK-1000 yang itu berarti menyalahkan pemerintah yang telah memastikan bahwa reaktor itu aman.

Persidangan itu dilaksanakan secara tertutup. Setelah kesaksiannya, Valery Legasov dipenjara seumur hidup, sebab hukuman mati baginya akan membuat janggal seluruh dunia. Kemudian pada masa kurungannya, ia merekam semua hal yang dia ketahui mengenai temuan-temuannya paska ledakan serta berbagai penyebabnya. Lantas kemudian ia memilih untuk mengakhiri hidupnya

ditulis untuk Syuro PH LDK Sunan Kalijaga 2021/2022

--

--

No responses yet